Nias Selatan ( Publik.news ) – Unggahan di media sosial yang menampilkan menu program pemerintah Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Ulu Susua, Kabupaten Nias Selatan, menjadi sorotan publik dan menuai beragam komentar warganet.
Postingan yang diunggah pada Senin (20/4/2026) melalui akun Facebook bernama Ken Aroz itu memperlihatkan sajian makanan yang diduga berasal dari SPPG Merah Putih Polres Nias Selatan di bawah Yayasan Kemala Bhayangkari.
Dalam foto tersebut, terlihat satu porsi makanan disajikan dalam wadah logam bersekat (ompreng), yang terdiri atas nasi putih, satu butir telur rebus utuh, tumisan sayur dalam jumlah terbatas (diduga wortel dan kol), sepotong kecil buah semangka, serta satu potong kecil lauk tambahan dengan bumbu merah.

Unggahan itu disertai keterangan bernada sindiran, “MBG kec. Ulu Susua semakin pedas,” yang memicu perhatian publik terhadap porsi dan kelengkapan gizi makanan yang disajikan.
Menanggapi hal tersebut, awak media menghubungi Koordinator Wilayah (Korwil) Kabupaten Nias Selatan melalui pesan WhatsApp pada Selasa (21/4/2026). Dalam keterangannya, Korwil menyebut bahwa pihaknya telah melakukan konfirmasi kepada Kepala SPPG.
“Sudah kami konfirmasi dengan KaSPPG, itu merupakan kelalaian saat proses pemorsian. Kader terkait sudah dihubungi dan menu tersebut akan segera digantikan,” ujarnya.
Korwil juga mengirimkan dokumentasi menu MBG yang disebut sesuai standar, lengkap dengan rincian nilai harga dan kandungan gizi, baik untuk porsi besar maupun porsi kecil.
Namun, saat ditanya lebih lanjut mengenai distribusi kepada siswa penerima manfaat serta standar pengemasan menu, Korwil menjelaskan bahwa informasi baru diterima pada sore hari dan pihak SPPG masih berkoordinasi dengan kader di lapangan.
“Terkait nilai Angka Kecukupan Gizi (AKG), dalam porsi menu sudah sesuai dan diawasi oleh PLO Gizi di SPPG,” tambahnya.
Upaya konfirmasi lanjutan juga dilakukan kepada Kepala SPPG melalui kontak yang diberikan Korwil. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan substantif yang disampaikan. Pihak KaSPPG hanya merespons singkat dengan menanyakan identitas penanya.
Media berharap adanya perhatian dan pengawasan lebih lanjut dari Badan Gizi Nasional Republik Indonesia guna memastikan kualitas serta kecukupan gizi dalam pelaksanaan program MBG, khususnya bagi para siswa sebagai penerima manfaat.
~Kin~



















