Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita

Warga Dusun Aekbatu Selatan, Desa Asam Jawa, Keluhkan Polusi dan Bau Limbah PKS PT Milano Sei Pinang

16
×

Warga Dusun Aekbatu Selatan, Desa Asam Jawa, Keluhkan Polusi dan Bau Limbah PKS PT Milano Sei Pinang

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Labusel, Publik.News – Masyarakat Dusun Aekbatu Selatan, Desa Asam Jawa, Kecamatan Torgamba, mulai menyuarakan keresahan mereka terkait dugaan polusi udara dan aroma limbah busuk yang bersumber dari aktivitas Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Milano Sei Pinang.

Kondisi ini dinilai sudah sangat mengganggu kenyamanan dan dikhawatirkan berdampak buruk bagi kesehatan lingkungan di wilayah tersebut.

Advertisement
Example 300x600
Scroll ke bawah untuk lihat konten

​Berdasarkan keterangan yang dihimpun, warga Dusun Aekbatu Selatan mengaku setiap hari terpaksa menghirup udara yang bercampur bau menyengat. Mirisnya, warga menilai sejak kepemimpinan Manajer PKS PT Milano Sei Pinang, Guruh Andrean Saputra, perhatian perusahaan terhadap masyarakat yang tinggal di sekitar pabrik seolah hilang ditelan bumi.

​“Setiap hari kami disuguhi polusi udara dan bau limbah busuk. Sejak manajer dijabat Guruh Andrean Saputra, tidak pernah lagi ada perhatian kepada warga yang terdampak,” ungkap salah seorang warga Desa Asam Jawa dengan nada kecewa.

Hilangnya Bentuk Kepedulian Perusahaan:
​Warga mengenang bahwa pada tahun-tahun sebelumnya, pihak perusahaan masih menunjukkan itikad baik melalui program bantuan sosial kepada masyarakat sekitar, seperti pembagian minyak goreng menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Namun, bantuan yang dianggap sebagai bentuk kepedulian perusahaan atas dampak operasional pabrik tersebut kini telah terhenti.
​Sudah sekitar dua tahun terakhir, tepatnya sejak masa jabatan Guruh Andrean Saputra, bantuan tersebut tak lagi menyapa warga Dusun Aekbatu Selatan.

Informasi yang beredar di kalangan masyarakat menyebutkan bahwa penghentian bantuan itu dilakukan dengan alasan efisiensi perusahaan.
​“Kalaupun bantuan itu tidak ada lagi sebenarnya tidak masalah bagi kami. Tapi setidaknya perusahaan memperhatikan dampak polusi udara dan bau limbah yang setiap hari kami rasakan,” tegas warga lainnya.

Ancaman Aksi Selepas Lebaran:
​Kesabaran warga di Kecamatan Torgamba ini tampaknya mulai habis. Jika pihak manajemen PT Milano Sei Pinang tetap bergeming dan tidak memberikan solusi nyata, masyarakat berencana melakukan aksi damai dengan mendatangi pabrik secara bersama-sama setelah hari raya.

​“Jika tidak ada juga perhatian dari perusahaan, selepas Lebaran kami akan datang beramai-ramai ke PKS PT Milano Sei Pinang. Kami ingin agar polusi udara dan bau limbah busuk ini ditangani secara serius agar tidak lagi mengarah ke pemukiman warga, melainkan ditangani atau dipindahkan ke tempat lain,” pungkas mereka.

(Abner Hasan Pasaribu)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *